Warning: session_start(): open(/home/paluwinlo/public_html/src/var/sessions/sess_5ccc8a0bad2144c2720061e2a30e526d, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/paluwinlo/public_html/src/bootstrap.php on line 59

Warning: session_start(): Failed to read session data: files (path: /home/paluwinlo/public_html/src/var/sessions) in /home/paluwinlo/public_html/src/bootstrap.php on line 59
Bright Institute: Investasi Asing di Indonesia Kian Mahal - InsightNews

Bright Institute: Investasi Asing di Indonesia Kian Mahal

1 day ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Investasi asing yang masuk ke Indonesia selama era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tercatat lebih kecil dibandingkan pembayaran imbal hasilnya. Data Bank Indonesia menunjukkan, sepanjang 2015-2024, arus investasi asing bersih yang masuk sebesar 335,43 miliar dolar AS.

Sementara itu, pembayaran imbal hasil kepada pemodal asing mencapai 372,61 miliar dolar AS. Artinya, terdapat selisih keluar sebesar 38,46 miliar dolar AS. Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky, menilai kondisi ini menunjukkan bahwa investasi asing di Indonesia semakin berbiaya mahal.

"Selama era Jokowi, pembayaran imbal hasil kepada investor asing lebih besar dibandingkan arus investasi yang masuk. Ini berarti Indonesia harus menanggung beban lebih besar dalam hal pembayaran keuntungan bagi pemodal asing," ujar Awalil Rizky dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (2/4/2025).

Sebagai perbandingan, selama era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), arus investasi asing masuk mencapai 288,46 miliar dolar AS, sedangkan pembayaran imbal hasilnya hanya 232,63 miliar dolar AS. Dengan demikian, terdapat selisih masuk sebesar 55,83 miliar dolar AS.

Tren negatif ini terjadi secara terus-menerus sejak 2020. Pada tahun itu, investasi asing yang masuk tercatat sebesar 24,72 miliar dolar AS, sedangkan pembayaran imbal hasil mencapai 32,60 miliar dolar AS.

Kondisi memburuk pada 2021 dan 2022, sebelum mulai membaik pada 2023 dan 2024. Namun, tetap saja, pembayaran imbal hasil masih lebih besar dibandingkan investasi yang masuk. Pada 2023, arus neto keluar sebesar 12 miliar dolar AS, sedangkan pada 2024 sebesar 2 miliar dolar AS.

Investasi asing seharusnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan cadangan devisa. Namun, realitasnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama era Jokowi hingga 2024 hanya mencapai rata-rata 4,22 persen per tahun.

Bahkan, jika tidak memperhitungkan dampak pandemi, rata-rata pertumbuhan ekonomi pada 2015-2019 hanya mencapai 5,03 persen per tahun. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi era SBY yang mencapai 5,72 persen per tahun.

Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia pada akhir 2024 tercatat sebesar 155,72 miliar dolar AS, meningkat hanya 39,21 persen dibandingkan posisi akhir 2014 yang sebesar 111,86 miliar dolar AS. Padahal, Indonesia mendapat tambahan dana dari International Monetary Fund (IMF) sebesar 6,50 miliar dolar AS pada Agustus 2021. Sebagai perbandingan, selama era SBY, cadangan devisa meningkat hingga tiga kali lipat.

"Arus modal asing seharusnya bisa berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan keseimbangan eksternal Indonesia. Namun, kenyataannya, justru lebih banyak dana yang keluar dibanding yang masuk," tegas Awalil Rizky.

Read Entire Article