Rusia menembakkan misil balistik ke Kryvyi Rih, kampung halaman presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pada Jumat (4/4). Akibat serangan ini 16 orang dilaporkan tewas.
"16 nyawa melayang, 6 diantaranya anak-anak. Tidak ada kata-kata yang bisa melukiskannya. Ini adalah rasa sakit, yang tidak anda harapkan dari musuh paling buruk anda," kata Gubernur Dnipropetrovsk, Sergiy Lysak, dilansir AFP, Sabtu (5/4).
Serangan misil ini jatuh di sebuah arena bermain anak-anak-anak. Serangan ini juga mengakibatkan 50 orang lainnya luka-luka.
"Operasi penyelamatan sedang dilangsungkan. Ini menunjukkan satu hal, kita melihat bahwa Rusia tak menginginkan gencatan senjata, dan seluruh dunia juga melihatnya," kata Zelensky.
Ia juga meminta agar dunia internasional terus menekan Rusia dan memberi bantuan terhadap Ukraina.
"Dengan menekan Rusia, membantu pertahanan Ukraina, pertahanan udaranya, hingga tentaranya, hal itu yang bisa menentukan nasib kita dan kapan perang akan berakhir," kata Zelensky.
Zelensky sendiri lahir di Kryvyi Rih, yang dihuni sekitar 600 ribu orang sebelum invasi Rusia. Kota ini terletak di tengah kawasan Dnipropetrovsk, atau berjarak 60 kilometer dari garis depan yang biasanya jadi target serangan drone dan misil Rusia.
Pada Rabu (2/4), serangan misil juga menewaskan 4 orang dan melukai lusinan lainnya.
Pejabat Ukraina yang ditugasi untuk memberantas disinformasi, Andriy Kovalenko, menyebut bahwa misil yang ditembakkan Rusia itu berjenis "Iskander".
Misil ini punya jarak jangkau 500 kilometer. Dilansir dari Foreign Policy, Iskander memiliki kemampuan untuk menghindari pertahanan rudal. Misil Iskander disebut dapat merubah jalur terbangnya di tengah penerbangan dan memiliki umpan untuk menipu pertahanan.
Berat hulu ledak mencapai 700 kg, yang terdiri dari bom berkekuatan besar, bom tandan pintar, bom penembus bumi, bom termobarik, serta bom denyut elektromagnetik.
"Ini adalah salah satu serangan untuk membunuh sejumlah besar orang," kata Kovalenko.