Warning: session_start(): open(/home/paluwinlo/public_html/src/var/sessions/sess_6595120f9555e5fcf5de4d4f2d76c787, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/paluwinlo/public_html/src/bootstrap.php on line 59

Warning: session_start(): Failed to read session data: files (path: /home/paluwinlo/public_html/src/var/sessions) in /home/paluwinlo/public_html/src/bootstrap.php on line 59
7 Pembelian Ajaib Liverpool di Era Premier League: Uang yang Terbuang Sia-Sia - InsightNews

7 Pembelian Ajaib Liverpool di Era Premier League: Uang yang Terbuang Sia-Sia

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Sebelum hadirnya Premier League pada tahun 1992, Liverpool merupakan kekuatan dominan dalam Liga Inggris sejak dekade 1970-an hingga 1980-an. Namun, segalanya mengalami perubahan ketika Premier League mulai berlangsung.

Liverpool tercatat sebagai tim yang berhasil meraih 19 gelar juara di liga tertinggi Inggris. Dari total 19 gelar tersebut, hanya satu trofi yang berhasil mereka capai selama era Premier League.

Penyebab stagnasi prestasi The Reds di Liga Inggris salah satunya adalah kesalahan dalam melakukan pembelian pemain di bursa transfer. Meskipun Liverpool memiliki potensi finansial yang cukup kuat, hal ini tidak diimbangi dengan keputusan transfer yang tepat.

The Reds memiliki kemampuan untuk membeli dan menjual pemain dengan harga yang tinggi. Namun, terdapat banyak transaksi transfer yang terbilang aneh dan tidak biasa. Seringkali, Liverpool harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mewujudkan transfer yang kontroversial tersebut.

Berikut adalah tujuh transfer aneh yang pernah dilakukan Liverpool selama era Premier League. Mari kita simak satu per satu keanehan yang terjadi dalam setiap transfer tersebut.

Berita video highlights laga kemenangan Brighton and Hove Albion atas Liverpool dengan skor 2-1 di Piala FA 2022/2023, Minggu (29/1/2023) malam hari WIB.

Promosi 1

1. Paul Konchesky

Tidak ada yang terlalu mencolok mengenai kepindahan Paul Konchesky ke Liverpool pada tahun 2010. Sebelum bergabung dengan tim yang berbasis di Anfield, bek kiri tersebut berhasil membawa Fulham, di bawah asuhan Roy Hodgson, melaju secara mengejutkan hingga mencapai final Liga Europa 2009/2010.

Setelah itu, Roy Hodgson ditunjuk sebagai pelatih Liverpool, dan Konchesky pun mengikuti langkahnya ke Anfield. Sayangnya, perjalanan Konchesky di Liverpool tidak bertahan lama; hanya dalam waktu setengah musim, ia harus meninggalkan klub tersebut dan melanjutkan kariernya di beberapa tim yang berada di liga yang lebih rendah.

2. Craig Bellamy

Bellamy pernah menunjukkan performa yang luar biasa selama masa pertamanya bersama Liverpool pada tahun 2006 hingga 2007, termasuk mencetak gol dalam kemenangan yang dramatis di Camp Nou pada tahun 2007. Namun, situasi tersebut berubah pada periode keduanya di Anfield antara tahun 2011 dan 2012.

Pemain asal Wales yang kini berusia 32 tahun itu kembali dari masa peminjaman di Cardiff City, yang berlaga di Championship League, untuk bergabung kembali dengan Liverpool. Harapan manajer Liverpool saat itu, Kenny Dalglish, adalah agar Bellamy dapat menunjukkan kemampuan yang serupa dengan penampilannya di awal tahun 2000-an, tetapi kenyataannya sangat berbeda.

3. Diego Cavalieri

Mendapatkan kiper cadangan tanpa biaya merupakan pilihan yang logis. Namun, Liverpool memilih untuk mengeluarkan 3 juta pounds untuk seorang kiper yang lebih sering duduk di bangku cadangan, yaitu Diego Cavalieri (2008-2010).

Padahal Cavalieri bukanlah kiper Timnas Brasil dan bukan penjaga gawang terbaik di liga domestiknya. Hal ini menjadi semakin ironis mengingat jersey nomor satu yang dikenakan oleh Cavalieri tidak pernah terlihat di lapangan selama hampir dua tahun. Keputusan ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai strategi transfer klub dan bagaimana mereka mengevaluasi kebutuhan tim.

Dengan mengeluarkan dana yang cukup besar untuk seorang kiper yang jarang bermain, Liverpool seharusnya lebih mempertimbangkan opsi lain yang lebih efisien. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada banyak alternatif yang lebih hemat, keputusan klub tetap berfokus pada pemain yang tidak memberikan kontribusi signifikan.

Bahkan jersey nomor satu milik Liverpool yang dikenakannny tidak pernah terlihat di lapangan selama hampir dua tahun. Keputusan yang diambil oleh manajemen Liverpool ini menjadi pelajaran berharga dalam dunia sepak bola mengenai pentingnya analisis yang tepat sebelum melakukan transfer pemain.

4. Ben Davies

Musim 2020/2021 menjadi masa yang sulit bagi Liverpool, juara...

Read Entire Article