Liputan6.com, Jakarta - Barcelona akhirnya mendapat kabar baik setelah Dewan Olahraga Tinggi Spanyol (CSD) memutuskan bahwa mereka dapat mendaftarkan Dani Olmo dan Pau Victor ke tim utama. Keputusan ini membatalkan larangan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Komite Pengawas dalam kesepakatan koordinasi antara RFEF dan LaLiga.
Namun, kebahagiaan Blaugrana mungkin tidak berlangsung lama. LaLiga segera mengumumkan akan mengajukan banding ke Pengadilan Administratif, mempertanyakan kewenangan CSD dalam kasus ini.
Menurut CSD, Komite Pengawas tidak memiliki wewenang untuk menolak registrasi pemain Barcelona, dan keputusan mereka dianggap tidak mengikuti prosedur yang benar sehingga dinyatakan tidak sah.
Dengan keputusan ini, Barcelona berhak menggunakan Dani Olmo dan Pau Victor di skuad utama mereka. Namun, LaLiga tidak tinggal diam.
Sikap LaLiga Terhadap Putusan CSD
LaLiga tetap bersikeras bahwa sistem "LaLiga Manager" secara otomatis menolak registrasi pemain jika klub tidak memenuhi syarat finansial. Mereka juga menuduh CSD melampaui kewenangannya dan mengkritik cepatnya pemberian putusan sementara yang menguntungkan Barcelona pada Januari lalu.
LaLiga menyatakan bahwa izin registrasi kedua pemain tersebut sebenarnya telah kedaluwarsa pada 31 Desember 2024, sehingga tidak perlu ada pembatalan resmi. Mereka menilai keputusan CSD melanggar prinsip keadilan kompetitif dan prosedur hukum yang berlaku sehingga langsung mengajukan banding ke Pengadilan Administratif.
Dani Olmo Tetap Tidak Bisa Bermain
Sementara itu, Barcelona dapat bernapas lega karena Dani Olmo dan Pau Victor secara resmi diizinkan bermain. Namun, situasi Olmo sedikit rumit karena ia sedang menjalani rehabilitasi dari cedera yang diderita saat melawan Osasuna akhir bulan lalu.
Barcelona berharap sang gelandang bisa pulih tepat waktu untuk leg kedua Liga Champions melawan Borussia Dortmund, pertengahan April ini. Jika banding LaLiga dikabulkan, Barcelona mungkin harus kembali berjuang untuk mendaftarkan pemain mereka.